Jumat, 16 April 2010

KARAKTER KEPEMIMPINAN KRISTEN

Visioner
Karakteristik pemimpin paling penting yang membedakannya dengan non pemimpin adalah kejelasan tujuan yaitu menetapkan sebuah visi untuk organisasi tersebut dan mengkomunikasikannya dalam cara yang mendesak pada para pengikut”. Dengan demikian visi adalah prasyarat utama seorang pemimpin disebut pemimpin.
Alkitab memberikan gambaran universal bagi setiap manusia bahwa :”Orang yang tidak memiliki arah yang jelas dalam hidupnya masuk dalam kategori orang liar (Ams 29:18). Orang liar artinya orang yang hidup tanpa visi. Gambaran orang yang hidup tanpa visi gampang sekali diombang ambingkan oleh rutinitas kehidupan. Mereka memandang waktu ini sebagai sesuatu yang berjalan secara siklus yang tidak ada masa depan dan membosankan. Oleh karena itu perlu sekali untuk menetapkan visi pribadi kita sebagai respons terhadap anugerah keselamatan yang Tuhan berikan yang sekaligus mengarahkan kaki kita untuk melakukan pekerjaan baik dari Allah (Efesus 2:10).
Jika kita melihat defenisi tentang visi, maka yang menarik adalah perpaduan yang harmonis dari ketiga element yang interdependen dan tidak bisa dipisahkan yaitu:
1. Allah : Kehendak dan beban dari Allah. intervensi Allah dalam visi manusia membuat visi itu eksklusif dan ini bukan berarti kita lebih superior dan menutup diri terhadap orang lain. Tetapi visi tersebut melibatkan Allah yang memanggil, maka seharusnya kita memanifestasikan panggilan Allah itu dalam setiap profesi kita.
2. Diri kita. Talenta dan kapasitas yang Allah berikan.
3. Lingkungan: kebutuhan Zaman yang Allah tunjukkan. Dengan demikian hidup ini pun menjadi bermakna dan manusiapun dapat berjuang dalam hidup ini untuk mencapai visinya.

Dalam menjalankan kehidupan, setiap manusia harus memiliki ide tunggal. Demikian pula dengan seorang pemimpin, ia bisa menjadi orang yang berbahaya karena memiliki ide tunggal yang akan berakibat pada pengaruh yang negatif dan positif. Sudah ada banyak contoh dari pengaruh kepemilikan satu ide ini yaitu contoh negatif adalah Osama Bin Laden, ia berjuang melawan manusia yang adalah musuh Allah yang berakibat pada munculnya terorisme dan banyak korban jiwa yang tidak bersalah. Contoh yang positif adalah Martin Luther King Jr, Bob Pierce, Mahatma Gandhi, Ibu Teresa, dan lain-lain. yang lebih agung dan mulia adalah Tuhan Yessus Kritus. Yang jelas menjadi orang yang berbahaya itu ada resikonya tetapi semuanya itu harus di jalani, agar kita dapat mempengaruhi orang dengan pandangan yang positif.

Pengorbanan
Seorang pemimpin seharunya melahirkan pengorbanan, hidup yang agung, konkrit dan berani, sebagaimana tokoh Nehemia yang berani mengorbankan segala sesuatu demi panggilan Allah. Nehemia dalam menjalankan panggilan Allah, ia harus melewati empat proses kepemimpinan yaitu:
1. Menerima Panggilan Allah. Nehemia berprofesi sebagai juru minuman Raja Persia dan pekerjaannya adalah mencicipi minuman raja sebelum disuguhkan. Melalui posisi dan pekerjaan yang sangat penting ini, Allah memanggil Nehemia dan menanamkan tugas dalam hatinya untuk membangun kembali citra diri umat Allah yang merefleksikan kedaulatan dan kebesaran Allah sendiri. Menjadi pemimpin yang meresponi panggilan Allah harus berani untuk meninggalkan posisi aman atau area-area teraman kita yaitu karier, kedudukan dan lain-lain, dan memfokuskan diri pada tugas dan panggilan Allah. Nehemia merupakan contoh yang terbaik, ia rela meninggalkan semua area teraman yang dimiliki untuk menjalankan tugas besar dari Allah. Oleh karena itu kepemimpinan Kristen adalah kepemimpinan yang dimulai dan hanya dimulai dengan panggilan dari Allah.
2. Menggumuli Panggilan Allah : Air Mata Pemimpin. Nehemia dalam menggumuli panggilan Allah dapat diekspresikannya lewat doa dan tangisan. Hal ini menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan tugas besar ini. Nehemia merupakan pemimpin yang empati artinya ia menempatkan dirinya pada posisi bangsa Israel dan turut merasakan penderitaan mereka. Doa dan air mata selalu menunjukkan level keseriusan komitment pemimpin. Dengan demikian visi Nehemia hari demi hari dapat di pertajam.
3. Mengkonkritkan pangilan Allah: Idealis, namun Realistis. Nehemia bukanlah tipe orang yang hanya berdoa saja, tetapi ia mengaktualisasikan doanya dengan membangun rencana yang strategis. Mengapa demikian? Karena perencanaan memiliki tempat yang penting dalam hidup manusia. Nehemia memiliki strategi yang khusus dalam mewujudkan perencaannya dan pada akhirnya raja mengabulkan semua rencananya itu dengan mengutus dan memberi izin. Oleh karena itu Nehemia menjadi pemimpin besar karena visi yang Tuhan berikan dicapainya dengan membangun perencanaan yang strategis.
4. Menjalani Panggilan Allah. Dalam menjalani panggilan Allah, Nehemia selalu menghadapi berbagai halangan dan tantangan. Memang benar dalam menjalani panggilan Allah itu bukan hal yang mudah dan sepele. Penggilan Allah selalu menuntut pengorbanan dan ada harga yang harus dibayar. Jika Nehemia berhasil dalam kepemimpinannya maka kitapun dipanggil untuk berhasil asalkan kita selalu mengikuti empat proses ini yaitu menerima Panggilan Allah, Manggumuli Panggilan, Mengkonkritkan panggilan itu serta menjalani panggilan itu dengan tekun.

Kualifikasi Eksklusif
Pemimpin dalam level dan agama apapun harus memiliki yang namanya Visi, Integritas, Stamina, Wawasan dan lain-lain. jika dilihat dari cirri-ciri ini, apakah yang dapat membuat pemimpin Kristen itu istimewa? Alkitab memberikan kualifikasi yang sangat akurat dalam I Timotius 3 dan Titus 1. namun itu belum menjadi jaminan cirri eksklusif pemimpin Kristen. Jika demikian apa yang menjadi keunikan, keistimewaan pemimpin Kristen? Kepemimpina Kristen bukan soal kedudukan, kuasa dan control melainkan kelemahan. Pemimpin Kristen yang merasa diri pandai, kuat, superior, tidak akan dapat dipakai oleh Allah sebagai alat untuk menyatakan kuasa Allah, bahkan dapat menjadi penghambat kita menerima kasih karunia Allah.
Jalan pemimpin Kristen adalah downward mobility yang berakhir pada salib (belajar dari kepemimpina Yesus yang berakhir pada salib). Kepemimpinan yang rela dipimpin oleh Allah ketempat yang kita tidak ingin tuju, yang penuh air mata dan penderitaan.
Kepemimpinan sangat membutuhkan penyerahan diri total kepada Allah untuk dapat memahami dan mencapai kehendak-Nya. Mengapa kita harus menyerahkan diri total kepada Allah? Karena semua kapasitas yang kita miliki sebagai pemimpin berasal dari Allah, titipan Allah yang akan di pertanggungjwabkan kepada Allah. D. L. Moody dalam doanya pernah berkata: “ Dunia akan melihat apa yang mampu Allah lakukan tatkala seseorang berserah secara total kepada Allah. Dengan anugrah-Nya, saya ingin menjadi orang tersebut.

Integritas
Integritas adalah “Wholeness, Completeness, Unified”. Bebera kamus mendefinisikan integritas sebagai “The Condition Of Having no Part Taken away” atau “The Character Of Uncorrupted”. Jauh sebelumnya Yakobus pernah berkata; “Orang yang berintegritas adalah orang yang “Mature and complete, not Lacking Anything” (Yak 1:4). Jadi integritas berbicara keutuhan dalam seluruh aspek hidup, antara perkataan dan perbuatan harus seimbang.
Integritas berbeda dengan etika dan moralitas. Etika adalah standar tentang apa yang benar, salah dan jahat. Etika ada pada level teoritika. Sedangkan moralitas adalah tindakan aktual tentang mana yang benar, salah dan jahat. Moralitas ada pada level praktika. Sedangkan integritas sendiri adalah integrasi etika dan moralitas. Semakin keduanya terintegrasi semakin tinggi level integritas yang ada.
Integritas merupakan modal utama seorang pemimpin. Integritas juga merupakan fondasi untuk membangun rasa percaya. Integritas seorang pemimpin Kristen akan nampak keasliannya pada saat apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan dalam kesendirian, yang menurut kita tidak diketahui oleh orang lain. Yusuf menjadi contoh yang akurat dalam “Integrity in Action”, tindakan dan jawaban Yusuf kepada istri Potifar menunjukkan level integritasnya. Yusuf merupakan pribadi yang sungguh-sungguh mengasihi Allah, sehingga ia tidak mau berdosa kepada Allah dan melakukan kejahatan kepada manusia (Istri Potifar).
Kehidupan pemimpin seharusnya adalah kehidupan yang transparan. Tidak ada sesuatupun yang disembunyikan atau ditakuti. Sebagaimana kehidupan Daniel dan Samuel. Semakin luas pengaruh seseorang semakin besar pula transparansi dan akuntabilitas yang harus ia tunjukkan. Dengan demkian, pemimpin Kristen adalah orang-orang yang sangat mengasihi dan menghargai Allah, diri sendiri dan orang lain.

Arogansi
Kesombongan merupakan penyakit arogansi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang statusnya. Biasanya penyakit ini paling banyak diderita oleh para pemimpin. Ada tiga penyebab utama kesombongan pemimpin yaitu Kuasa, Persepsi umum dan Perlakuan khusus dan Keberhasilan. Contoh konkrit adalah raja Usia (2 Taw 26). Pada awal kepemimpinannya, ia memimpin dengan baik ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan Allah selalu menyertainya. Namun ketika namanya menjadi terkenal, ia mulai merasa dirinya hebat dan tidak lagi tunduk kepada Allah.
Kesombongan itu adalah dosa yang sangat serius dan sentral. Natur dosa ini muncul pada saat seseorang merasa dirinya lebih dari orang lain. Karena pada saat seseorang merasa dirinya sama dengan orang lain maka tidak ada yang perlu disombongkan. Tetapi jika seseorang merasa diri lebih dari segala hal dari orang lain maka itu awal dari kesombongan. Natur ini sulit untuk dideteksi karena munculnya begitu cepat dan terjadi dalam diri manusia.
Memang benar pemimpin Kristen itu superior Karena ia mendapat panggilan khusus dari Allah. Namun superioritas itu harus ditempatkan pada konteks yang benar yaitu pada fungsinya untuk menangkap visi, memotivasi, menangani konflik, dan bukan pada status karena dalam status kita adalah orang yang berdosa dan hidup dalam tubuh yang fana (terbatas), bisa salah dan jatuh dalam berbagai pencobaan. Tetapi karena panggilan dan pemberian kemampuan dari Allah. Dengan kata lain anugrah Allah itulah yang melayakkan kita untuk jadi pemimpin. Oleh karena itu pemimpin seharusnya berada dalam anugrah tersebut, dengan demikian ia dapat merendahkan diri dihadapan Allah.

Kerendahan Hati
Kerendahan hati merupakan hal yang langka dalam diri pemimpin-pemimpin dewasa ini. Bahkan lebih parah lagi, dunia pun tidak memberikan apresiasi sedikitpun tentang kerendahan hati. Rendah hati diidentikkan dengan kelemahan dan kerugian. Oleh karena itu dunia menuntut kuasa, kekuatan, otoritatif bahkan operasi dengan prinsip sekuler.
Kahadiran Yesus menampilkan prinsip biblikal yang berbeda dengan prinsip sekuler. Pemimpin menurut Yesus diidentikkan dengan anak kecil, artinya yang tidak berdaya, dan sangat tergantung pada orang lain. Kehadiran Yesus hendak Memperkenalkan dan menghadirkan prinsip kepemimpinan yang lebih utama, seturut teladan kehidupan Allah tritunggal yaitu kerendahan hati yang didasari oleh Allah Bapa, dicontohkan oleh Anak Allah dan dimungkinkan oleh Roh Kudus.
Kerendahan hati ala Yesus (Biblikal) ini diadopsi oleh orang-orang dunia dalam kepemimpinannya sperti Jim Collins dan memberi arti bahwa seorang pemimpin seharusnya rendah hati dalam hal tidak sombong, cenderung pemalu, menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa cari perhatian dan pujian dari orang lain, berani menerima kegagalan tanpa mempersalahkan orang lain, bekerja untuk kepentingan perusahaan bukan diri pribadi. Hal inipun pernah disuarakan oleh Lao Tzu bahwa : “Syarat menjadi seorang pemimpin adalah kerendahan hati.”

Gaya kepemipinan seperti apa yang anda mau kembangkan? Beberapa hal diatas sekiranya dapat menjadi acuan. Amin.

1 komentar:

Dina Esterina mengatakan...

artikel ini menarik pak, sangat menginspirasi. Terima kasih